Sang Pemenang

Ketika titik jenuh menghampiri

disanalah terlihat jembatan gelap yg seolah-olah tak ada jalan untuk tersambung

 Lari menjauh seolah pilihan dan berpaling adalah takdir yg harus diambil

Tapi, guratan pecundang akan melekat dan tergores dalam muka kehidupan.Hitam dan tanpa cahaya kan tersemat dalam goresan wajah yg semakin tua.

Sepertinya itu bukan pilihan !

Menantang badai dan merangkul duri adalah takdir yang harus dilalui

Jembatan gelap bak madu diatas cawan untuk di teguk dan jalan yang tak bersambung adalah samudra yang akan ditaklukan.

Ku tolehkan pandangan sejenak kesamping, terlihat jelas kepalan tangan penuh genggaman. Ku angkat pandangan ke atas terlihat untaian doa meluncur ke bumi dan ku tundukan pandangan pada tanah ada kekuatan yang akan disemai.

Dan kuluruskan pandangan ke depan terlihat jelas terang dan bersinar

Sehingga tak menunggu gelap kan datang, ku jejakan kaki ke belakang dan ku kepalkan tangan, kubuka mata selebar daun senja dan sedetik kemudian melesat menembus cahaya hingga, samudra asa menyambut perjuangan sang pemenang.

Cilame, 8 September 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s