Hikayat sebuah lagu

IMG_8565

Ketika mencoba duduk dipinggir sebuah jalan

Terdengar alunan lagu, bait demi bait dan kalimat demi kalimat

Yang dibawakan oleh seorang anak jalanan

Terucap lagu “ku simpan rindu di hati, gelisah tak menentu

Kemudian suara tersebut hilang, ditelan derasnya suara roda besi dan teriakan

Pedagang asongan.

 

Tak lama setelah itu muncul kembali alunan gitar nankecil yang tergenggam

Dalam eratnya tangan tak berdosa

yang tak menginginkan sekalipun terjun kedunia itu.

Suara itu muncul kembali” sungguh ku menyesal telah mengenal dia

 

Dengan tatapan tajam diantara ribuan tatapan penuh kepenatan

Seolah menjadi dahaga tersendiri bagi pejuang jalanan

Yang menemukan secercah nilai dari kehidupan

Seorang anak yang bernyanyi diantara deru kepahitan dijalanan

 

Kemudian, tersentak dalam bait akhir lagu anak jalanan tersebut

Jalan hidup kita berbeda, aku hanyalah punk rock jalanan

Buyar kembali lamunan, senja seolah terbuang

Dan angan kembali menapaki dinding-dinding kesadaran

Menuai asa yang telah hilang

Untuk kembali terbangun dan berlari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s