BERDIRI DI UJUNG AIR

Deretan jari menari pada titik-titik kehidupan

Ancaman waktu senantiasa mendekap begitu dekat

Menghampiri dan berbisik

Seperti jentik noda dalam gelembung suar

 

Kutorehkan jari untuk menggambarkan bayangan  dalam air

Jiwa berbisik memandu pada altar suci kehidupan

Jauh menembus deretan buih di ujung  waktu

Membimbing bumi untuk memuja bulan

 

Tak sampai disitu, bayangan dalam air menghilang

Seiring dengan semakin tenangnya gelombang

Sejenak terlihat bayangan putih menari-nari

Dan kemudian tenggelam dan hilang

 

Ku akan tetap berdiri diujung air

Menatap indahnya goresan-goresan lukisan kehidupan

Seandainya bisa terjun tentunya akan tenggelam

Diam lebih baik, dan menatap akan tetap indah

Karena tetap akan ada yang tersakiti

 

Satu pemikiran pada “BERDIRI DI UJUNG AIR

  1. angin menjadi penguasa pada air,,,
    riak yang hilang seiring dengan tenangnya angin berhembus,,,

    bayangan pada air hanya fatamorgana kehidupan
    akan selalu menjadi ilusi yang hanya menjadi keindahan sesaat,,,,

    air akan menguap seiring teriknya sang mentari
    hanya akan menjadi gumpalan asap dan pergi meninggalkan bumi
    tapi pada akhirnya pada bumilah air kembali,,,

    karna air tetap mencintai bumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s