Mencari Jejak yang Kini Hilang

Peradaban itu dulu pernah ada. Tapi kini telah menjadi sebuah bunga mekar yang menjadi dinding-dinding keajaiban maha pencipta..disanalah orang bergeming milikilah itu…tapi kini sebuah mimpi menabur pada sebuah keindahan yang tak pernah di tangani..
Jejak sang petualang kembali menapaki jalan penuh liku dan penuh rintangan. Pada sebuah landai terlihat sebuah kerikil tajam menopang tanah-tanah yang mudah runtuh..orang menganggap kerikil itu adalah sebuah ancaman bahkan mampu menjadi sebuah bencana..tetapi sang petualang tersebut menganggap bahwa itu bukanlah sebuah ancaman ataupun bahaya. Tetapi sebuah penopang kehidupan yang mampu melindungi orang untuk terhindar dari sebuah bencana…
Kulirik kesebalah timur dimana sang pencipta menggiring sebuah bulatan bundar yang mampu menjadikan manusia lebih bermakna. Disebelah timur tersebut terletak sebuah letupan tawa dan riang sang anak. Tawa itu muncul dibawah sang penopang yang orang lain menggap bahwa itu adalah bahaya tetapi bagi sang anak kerikil itu adalah lintasan kehidupan dan teman dalam sebuah ritme nyanyian menuju arah kedewasaan.
Orang selalu menilai sesuatu dari bahaya atau tidaknya sesuatu, tanpa melihat bermanfaat atau tidaknya benda itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s